Tuesday, February 16, 2010

Ha..ha..ha

Sebuah aktivitas ringan yang enak dilakukan adalah tertawa. Saat kita mengindera sesuatu yang lucu, gerak refleks kita yang normal adalah tertawa. Kamu normal..? Saya dan Kamu pasti pernah mendengar suatu guyonan atau humor . Mungkin Kamu cuma senyum atau bahkan terpingkal-pingkal. Tidak usah bingung, itu lumrah dan normal. Jadi ketika ada yang lucu silahkan tertawa, lha wong ngga mbayar.

Kehadiran humor dalam hidup ini memang sangat diperlukan. Ketika suasana jiwa manusia sedang susah, ya bahasa gaulnya ‘BT’, maka humor itu bak obat sakti yang sangat manjur. Saraf-saraf yang kencang dan hampir putus bisa normal kembali karena humor. Dalam hal ini, novelis jerman Wilhelm Roube menyampaikan bahwa rasa humor adalah sabuk pengaman mengarungi arus kehiduan. Apa kamu sudah pakai sabuk pengaman diatas? Kamu sudah siap tertawa? Eiits tunggu dulu, baca selanjutnya.

Saat tertawa, kita harus tulus. Tertawa harus diawali dengan hati yang gembira dan tulus. Tertawa ini tidak dibuat-buat. Tertawa yang tulus akan membuat hidup menjadi lebih ringan. Hal ini akan membuat seseorang lebih mudah dalam bergaul. Nah, ketika proses pergaulan terasa lancar, maka hidup pun terasa ringan tanpa beban. Orang lain akan merasa senang berkomunikasi dan berada di dekat kita.

Tertawa berbeda dengan menertawakan. Kalau menertawakan, berarti ada sesuatu yang tidak lucu dan sama sekali bukan humor, tetapi Kamu malah tertawa. Nah, yang ini itu, bahasa ekstrimnya pelecehan. Jadi, hindari perilaku suka menertawakan sesuatu, baik itu tingkah orang lain maupun hasil karya seseorang. Karena, dampak yang timbul adalah seratus persen berlawanan dengan tertawa yang tulus. Ngga percaya, silahkan coba sendiri….

Sebuah media menyebutkan bahwa humor adalah obat keseriusan yang brutal. Bahkan, sumber yang sama menyebutkan bahwa dalam masyarakat, humor adalah pupuk toleransi. Kalau begini faktanya, kehadiran humor yang direspon dengan tertawa adalah sesuatu yang penting dalam hidup ini.

Tertawa juga bisa mengurangi ketegangan pikiran. Biasanya orang yang pikirannya tegang, pikirannya diliputi rasa khawatir. Sementara, dalam buku The True Power of Water, Dr Masaru Emoto telah meneliti bahwa rasa cemas itu menimbulkan sakit perut. Ya saya sih antara percaya ngga percaya, tapi itu faktanya. Jadi kalau kamu percaya ya OK, ngga percaya no problem. Tapi mau Kamu sakit perut tanpa alasan yang jelas?

Kalau begitu, Yuk, tertawa yang tulus sambil bersykur kita masih diberi limpahan nikmat oleh Sang Khalik!

Tulisan ini, selain sebagai tulisan lepas, juga diikutsertakan Djarum Black Blog competition Vol. 2. Event ini diadakan oleh PT Djarum yang memproduksi Djarum Black Menthol dan Djarum Black Slimz.



*sumber gambar bisa diklik langsung pada gambanrnya



No comments:

Post a Comment