Sunday, February 21, 2010

Be a Good Listener! (2)

Dalam bab sebelumnya saya menulis tentang bagaimana menjadi pendengar yang baik. Nah, kali ini judulnya ngga beda. Jadi, apa lagi?

Eh gue tu seneng banget kalau ngomong sama kamu..
Gue tu ngerasa apapun yang gue ceritain tu solusinya ada di elu….

Percakapan semacam tentu pernah kita temui, meski kadang-kadang. Percakapan tersebut muncul ketika kita telah memandang sesorang adalah teman bicara yang memang produktif. Artinya ketika masalah yang kita ceritakan, maka feedback yang muncul darinya adalah solusi. Ketika prestasi yang kita sampaikan, maka ucapan selamat yang tulus adalah responnya.

Nah, menjadi lawan bicara seperti ini memang sulit. Sulit banget! Saya dan Kamu pun belum tentu masuk kategori seperti itu. Kalau begitu mari belajar bersama-sama mengenai hal ini.

Membuat orang lain merasa nyaman adalah hal yang sangat mulia. Setuju ngga? Salah satu caranya adalah denagn bersikap sangat respect ketika mendengaran orang lain berbicara. ini saya sayai sulit untuk dilakukan. Talking is very easy but listening is really hard. Susahnya bukan bagaimana kita memberi feedback atas apa yang diucapkan lawan bicara, tetapi bagaimana menjaga agar feedback itu punya nilai apresiasi (penghargaan) ataupn solusi (pemecahan).

Masalah utama adalah sifat dasar manusia yang egois. Maunya menang sendiri, pokonya ‘dunia ini harus jadi milik gue’. Diakui atau tidak, mengakui keberhasilan orang lain itu susahnya minta ampun. Seringkali yang muncul adalah terangisme seperti yang saya utarakan pada bab sebelumnya. Intinya egois itu susah lihat orang senang senang lihat orang susah.

Begitu juga saat kita menjadi pendengar. Kalau kita mengikuti sifat egois tadi maka feedback yang muncul hanyalah menambah masalah baik diri kita sendiri maupun lawan biara. Teman menyampaikan keberhasilannya menjuari lomba, boro-boro, ngasih apresiai, yang muncul dari kita malah terangisme. “Terang aja elu kan main belakng, terang aja elu kan anak kesayangan dosen…” Terus, teman bersedih karena kehilangan uang, kita malah ngakak ngga jelas, “Ha..ha..ha tau rasa lo….!” Sekan merasa puas atas kesusahan teman.

Inilah yang disebut YW Junardy bahwa "talk is the activity of the mouth, listening is the activity of the heart". Mendengarkan bukanlah hanya pekerjaan telinga. Akan tetapi, hati kitalah yang seharusnya bekerja. Ini berarti kalau feedback yang kita berikan buruk, ya berarti hati kita yang ngga jelas, alias ada yang ngga beres. Akan tetapi bila feedback yang kita berikan apresiatif dan solutif, maka inilah wujud dari hati kita yang bersih. Tak ada rasa iri dengki yang menyelimutinya.

Aa Gym sering megilustrasikan manusia sebagai teko. Kalau teko isinya kopi ya yang keluar kopi, kalau dalamnya es jus ya keluar es jus. Manusia dan hatinya bak teko dengan isinya. Apa yang keluar dari mulutnya, itulah yang ada dalam hatinya. Hati cerah, kata-kata pun cerah, hati lembut, kata-kata pun ikut lembut.

Maka dari itu, menjaga hati adalah hal yang patut untuk kita prioritaskan. Hati bersih, kata-kata pun bersih. Lawan bicara tak akan risih.

Kita akan nyaman dengan kehidupan kita sendiri , orang lain pun akan senang ketika kita berada disampingnya. Bahkan, mungkin akan mencari kita ketika kita telah tidak ada disampingnya lagi.


Baca juga tulisan ini di Kompasiana-ku

Tulisan ini, selain sebagai tulisan lepas, juga diikutsertakan Djarum Black Blog competition Vol. 2. Event ini diadakan oleh PT Djarum yang familiar dengan program inovasinya Blackinovationawards dan Black Community.



*sumber gambar bisa diklik langsung pada gambanrnya (www.getentrepreneurial.com)


6 comments:

  1. semoga deh sedang berusaha...

    nice post

    ReplyDelete
  2. buat teh maiank

    ayo teh terus berusaha, teruslah sibuk membenai diri, bukan mencaci maki.....

    ReplyDelete
  3. buat kang tariq

    makasih kang, akhir2 ini kang sering banget mampir
    itu punya pak YW Junardy kang

    aku cuma ngutip, tapi semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  4. Illustrasi yang disampaikan Aa Gym sangat berkesan buat saya selama bertahun-tahun...

    Semoga kita bisa menggunakan kata-kata kita hanya untuk kebaikan...

    ReplyDelete
  5. bener kang Ugi....
    saya sendiri emang mengidolakan beliau...

    terima kasih kang

    ReplyDelete