Friday, February 19, 2010

Berbagi Manfaat Meraih Beasiswa

Aku memang tak punya pengalaman berharga yang bisa dibagi-bagi. Tapi aku usahakan untuk membagikan apa yang aku alami, meski klise tapi aku harap bermanfaat.

Saat itu aku tak menyangka ada seorang teman yang meng-add Fb-ku. Tak ada mutual friend, artinya ia meng-add aku tanpa referensi. Bagiku ini agak aneh. Maka, aku tanya ia, setelah aku confirm, perihal asal usulnya.

Ternyata ia adalah anak dari pulau yang berbeda. Ia katakan kalau ia ingin sekali mendapatkan beasiswa. Ia meminta tips-tips dariku. Akupun berbesar hati memberinya tips. Kebetulan aku berhasil mendapatkan Paramadina Fellowship. Ini dia email yang aku kirim kepadanya. semoga juga memberi manfaat bagi yang lain.

ini suratku padanya.....

"it's my pleasure to recognize u guys, u'r welcome


oya kalau masalah beasiswa, memang masalah klasiknya adalah informasi. ya, informasi yang kita dapatkan minim. jadi tak punya referensi buat langkah kita. (hehe, serius mode: ON)

tapi ini aku share pengalamanku, moga ngga buat kamu kira aku sombong.

aku dulu ya cari2 info beasiswa gt, karena PMDK aku di UI ditolak. kecewa berat dunk. TT

lalu akhirnya alternatif harus kuambil. ya cari beasiswa. lalu aku dapat dua info, paramadina fellowship n sampoerna foundation.

nah, ya aku download form-nya. terus aku isi sesuai apa yang diperintahkan.

nah, alhamdulilah aku diterima di kedua beasiswa itu, dan seharusnya kl aku dulu ngambil yang sampoerna, aku sekarang kul di Unpad. hehe, tapi kata hatiku ngga usah ke sana, ke paramadina aja.

nah, kal masalah tipsnya, aku dapat dari guruku.
beliau sealu bilang, untuk surat rekomendasi, minta dari guru atau tokoh masyarakat yang memang dekat dan kenal baik dengan kita. penilaiannyakan ananti tentu jauh lebih obyektif daripada yang lain.

jangan kita minta ke kepala sekolah, tapi kita ketemu ama beliau aja cuma sekali dalam satu semester.

terus untuk esainya, kita buat sesuai tema. tapi, apa yang kita tulis itu bukan pengalaman semata, lalu dibumbui dengan keluh kesah. tapi kita harus sajikan juga data, fakta, dan mimpi2 kita.

kita harus yakinkan pemberi beasiswa kalo kita punya mimpi dan dengan kita akan sampai ke mimpi2 kita itu, salah satunya lewat program beasiswa itu.

yang paling penting di awal itu, buat dokumen aplikasi yang akan kita kirim meyakinkan tim panel. isi dengan sebaik-baiknya. tentunya tetap obyektif. ini akan menjamin kelulusan kita untuk tahap pertama.

tahap kedua adalah wawancara. ketangkasan dalam menjawab adalah kuncinya. itu saja. not more or less. tapi yang perlu diperhatikan, pertanyaan pertama itu kiranya, sesuai pengalamnku, adalah "ceritakan tentang dirimu?". itu kunci awal gerbang kesusesa. gagal menjawab pertanyaan itu, aku kira, kemungkinan lolos juga lebih kecil.

siapa sih yang tahu tentang diri kita kalau bukan diri kita sendiri? kita sebenarnya tahu, tapi karena tak terbiasa mengungkapkannya,jadinya ya "kagok". kayak ada kayu yang nyangkut ditenggorokan.

bebas saja mengungkapkannya. ceritakan apa adanya. punya prestasi ya diceritakan, pernah gagal ya diceritakan. feel free saja.

mungkin itu saja Win. oya aku hanya punya dua informasi beasiswa, Paramadina fellowship (http://www.paramadina.ac.id/) dan sampoerna foundation (www.sampoernaeducation.ac.id). coba saya apply di dua program itu. Sistem pendaftaran hampir sama.

semoga sukses win. maaf, hehe, ngmengnya kayak sok pinter. semoga bermanfaat tulisan ini. salam"




5 comments:

  1. Info yang sangat bermanfaat kang, trims sudah berbagi

    ReplyDelete
  2. imam sahal.
    kang. saya kelas 3 sekarang. berminat juga ke PARMAD, ya. sesuai dengan angan saya. seperti Ibn Khaldun, thales, dan plato. pengen memberi warna pada dunia. lewat jendela PARMAD. bisa kasih trick 'n tips? syukron. 085223540578

    ReplyDelete
  3. buat kang imam, syukron balik kang..hehe bener ngga ya?$#@

    aku sudah SMS
    makasih kalau ternyata tulisan ini jadi informasi bermanfaat

    ReplyDelete
  4. tak mampu mau bilang apa2 selain, terima kasih..;) doain aku lolos ya, Syid..

    ReplyDelete