Sunday, December 18, 2011

Belajar di Negeri Paman Sam (1)

just wearing shorts to campus
FARGO-JAZZ MUHAMMAD - Tak semua kampus di US sama persis. North Dakota State University, tempatku belajar saat ini juga tak sama dengan kampus-kampus lain. Tapi namanya dalam satu negara, akan pasti ada beberapa hal yang akan sama. Kau tahu mengapa, karena Amerika adalah negara yang telah punya standar bagi apapun yang ia miliki. Untuk soal standardisasi ini, nanti akan aku ceritakan di kesempatan lain.

Pendidikan di US pada dasarnya relative tak menyulitkan. Menurutku materinya tak terlalu sulit, bahkan bisa dikatakan mirip dengan apa yang di Indonesia. Tapi apa yang membedakan kalau begitu?

Pertama, pada umumnya kampus di US tak memiliki jurursan. Kebanyakan hanya memiliki major dan minor bagi mahasiswanya. Major berarti bidang apa yang akan didalami dengan proporsi yang lebih besar dari pada bidang minor. Jadi, contoh, walaupun punya major bisnis, minornya bisa psikologi.

Kedua, dari segi materi pembelajaran, materi yang diberikan memiliki tahap-tahap. Tahap pertama adalah general courses yang berisi segala course atau mata kuliah yang sifatnya umum dan mahasiswa yang mengambil itu akan dapat bertemu dengan mahasiswa dari major lain.

Tahap kedua adalah pre-professional courses yakni untuk course yang sifatnya mulai spesifik. Terakhir, professional courses yang berisi course yang sudah spesifik dengan major yang diambil. Sebagai contohnya bisa lihat majorku di NDSU di sini.

Ketiga, kultur belajar anak di sini sangat membuatku heran. Di kelas, mahasiswa diberi kebebasan untuk melakukan apapun. Juga, mereka dapat berpakaian apapun.

Yang aku lihat di NDSU, saat summer, hampir semua mahasiswa, pria wanita, memakai shorts atau celana pendek, atau juga celana basket. Untuk atasan, kebanyakan memakai t-shirt biasa. Ada juga yang memakai sleeveless t-shirt, atau buat yang wanita biasa disebut tang top. Di kelas juga kebanyakan pakai sandal jepit.

Meskipun nampak seperti orang yang tak mau kuliah, hal yang mengherankan adalah hanya ada dua pilihan bagi mereka: masuk kelas tepat waktu atau tidak datang! Sekitar sepuluh menit sebelum kelas dimulai, dosen pasti sudah hadir dengan berbagai persiapannya. Di kursi mahasiswa? Rata-rata sudah penuh.

Di fall semester ini, aku punya dua kelas besar yang rata-rata berisi 100-200 mahasiswa. Dan setiap lima menit sebelum kelas dimulai, semua mahasiswa telah siap. Nah, ketika waktu hampir habis, maka lima menit sebelumnya mahasiswa sudah ribut. Bukan ribut bicara, tetapi mereka membereskan perlengkapan kuliah mereka dan lalu siap-siap “cabut”. Dosennya? Mereka juga akan selalu selesai tepat waktu.

Di luar kelas, mereka umunya mereka sungguh-sungguh belajar. Buku-buku yang harganya selangit selalu mereka beli. Bayangkan, aku untuk fall ini harus beli buku yang menghabiskan uang 350 dolar, atau sekitar tiga jutaan. Buku itu mereka baca sebelum kelas dimulai, baik paham atau tak paham. Jadi ketika di kelas, mereka punya bekal pengertian yang setidaknya cukup.

Selama di NDSU ini, aku tinggal di asrama. Aku sekamar dengan dua anak amerika. Mereka cukup rajin membuka buku mereka. Tiap malam pasti belajar. Aku yang datang ke sini membawa sikap males-malesan, akhirnya jadi agak rajin juga.

Soal pakaian tadi, semua itu akan berbeda ketika winter mulai datang. Tentu pakaian mereka menyesuaikan. Dingin-dingin, dengan suhu tiap harinya minus, pakai sandal jepit membahayakan. Jadi, walaupun para mahasiswa kuliah pakai pakaian seperti mau main, tetapi semua punya buku dan di kelas benar-benar belajar. (bersambung)


7 comments:

  1. Keren.. :D
    mugo2 aku besok bisa nyusul bljr di US.. aminnn.. :)

    ReplyDelete
  2. With semangat belajar yang luar biasa,perlu ditularkan di indonesia.

    pake' baju rapi,,,seragam,,,dasiAn,,,tapi turu nd' mejo...wkwkwk

    ReplyDelete
  3. wkwkwk, sikap males2an mu ra nguwati syid xD

    ReplyDelete
  4. kerennn sudah belajar sampai ke amerika ^ ^
    tetep semangat ya ^ ^~

    ReplyDelete
  5. keren bgd....>_<
    klo bolh d share donk gmn kkak bs smpe kuliah d sana? :)
    thanx ...

    ReplyDelete
  6. @aditya:
    semoga dit... wish the best for you!

    @irkam:
    oke kam, semoga iso ditiru, tapi yo aku sih setuju karo coro klamben nang indo

    @coky:
    cok, aku ki dasare males... yo piye neh, but at least i always make it better, not worse anymore

    @clara:
    okeoke, makasih clara!

    @nurul:
    makasih, aku udah main ke blog kau tuh...

    ReplyDelete
  7. Oh my God, tht's f*cki' awasome dude. I wanna go there, but when ?

    ReplyDelete