Tuesday, April 17, 2012

Greek Life on Campus

Anggota Sigma Chi sedang mempromosikan event
FARGO-JAZZMUHAMMAD - Di Indonesia kampus-kampus penuh dengan organisasi-organisasi luar kampus seperti HMI, PMII, PMKRI dan masih banyak lagi. Semuanya punya “sekre” sendiri-sendiri sebagai tempat berkumpulnya para anggota. Di luar kampus, organisasi ini menggabung menjadi satu dalam tingkat nasional.

Pengurus organisasi-organisasi itu juga bertahap-tahap mulai dari tingkat kampus, provinsi, sampai nasional. Bagi yang gila organisasi, pasti sudah paham dengan semua ini. Dan, seringkali organisasi itu punya agenda politik yang macam-macam. Ada yang bagus ada yang kurang bagus. Untuk bagian ini, aku tak bahas banyak-bahas, karena aku tak terlalu tahu juga.

Nah, bagaimana dengan kampus-kampus di US?

Di US, seperti yang aku lihat di North Dakota State University (NDSU), kampus juga punya organisasi eksternal. Mereka juga punya system kepengurusan yang bertahap mulai dari tingkat kampus, state (di US taka da provinsi), hingga nasional. Organisasi-organisasi ini biasanya disebut fraternity (untuk laki-laki) dan sorority (untuk perempuan) atau juga disebut Greek Life.

Thursday, April 12, 2012

Kebanggaan sebuah Kampus di US

Bison Game! 
FARGO-JAZZMUHAMMAD - Kebanggaan pada sebuah kampus mungkin bukan hal yang luar biasa. Di US, mahasiswa juga punya hal itu. Tetapi, ada satu hal yang menarik yang bisa dibicarakan dari hal ini: Olahraga.

Hampir semua kampus di US punya departemen olahraga atau yang biasa disebut athletics. Nah, department inilah yang mengatur dan mengelola semua cabang olahraga yang dimiliki kampus tersebut.

Di antara semua cabang olahraga yang ada, ada tiga olahraga yang paling populer: Baseball, Basketball, dan yang pasti American Football.

Ketika ada pertandingan olahraga, Football utamanya, mahasiswa berbondong menuju stadium untuk menyaksikan tim kampusnya berlaga. Lagi, yang paling banyak penontonnya adalah Football. Di NDSU, tempat aku belajar sekarang ini, tim Football-nya, juga semua cabang olahraganya, punya julukan Bison.

Pada Football season di Fall semester kemarin (2011), aku hampir tak pernah melewatkan Bison game. hal ini bukan lain karena ketika menonton Bison, rasa kebersamaan sesama pendukung bison sangat terasa. Hampir tidak ada yang tidak memakai pakaian dengan atribut NDSU atau Bison.

Ketika Bison mencetak angka, dalam Football disebut touchdown, kami menteriak sekencang-kencangnya. Beberapa saling tos atau disebut high-five, yang lain berpelukan.

Saturday, March 10, 2012

Kuliah Bayar Berapa?

NDSU Bison!
FARGO-JAZZMUHAMMAD - Biaya kuliah. Apa yang kau pikirkan tentang biaya kuliah? Bagi yang kuliah di negeri, maka bisalah bilang murah, terjangkau, atau mungkin juga bebas biaya. Yang kuliah di swasta , maka satu kata yang paling banyak muncul adalah mahal, ya meski ada yang murah sekali. Baiklah, intinya sama saja: kuliah harus bayar.

Cara pembayaran kuliah pun ternyata bermacam-macam. Ada yang memang bayar sepenuh-penuhnya, khususnya bagi mereka yang berada. Ada yang bayar setengahnya, ada yang seperempatnya, dan masih banyak lagi. Ada juga yang tak bayar sama sekali. Salah satu caranya adalah dengan beasiswa.

Cara inilah yang dilakukan oleh orang-orang yang belum mampu. Aku mungkin salah satunya. Di Paramadina, alhamdulillah, aku tak harus membayar biaya kuliah karena beasiswa, Paramadina Fellowship namanya.

Sementara, Di US, biaya kuliah ternyata tidak mahal. Tapi, sangat-sangat-sangat mahal! Bagi orang Indo, seperti aku ini, biaya kuliahnya benar-benar “sundul” melangit.

Sebagai contoh adalah NDSU, tempat aku sekarang sedang menimba ilmu. Untuk undergraduate, biaya kuliahnya mencapai lebih dari $3000. Itu hanya untuk satu semester. Kalau di rupiahkan, jumlah itu bisa mencapai lebih dari 25 juta. Nah, biaya itu adalah untuk residents alias anak asli Amerika atau mereka yang lulus SMA dari Amerika.

Friday, March 2, 2012

Siapa Orang Amerika?

with Koreans at Mt. Rushmore
FARGO-JAZZMUHAMMAD - Kalau ketemu orang Amerika, maka yang ada dipikiran kita adalah orang white alias orang kulit putih. Rambut blonde alias pirang, hidung mancung, kulit putih, dan mata biru, coklat terang, atau hijau.

Anggapan itu memang benar sih. Cuma pada kenyataannya, Amerika adalah bangsa yang terdiri dari berbagai macam orang dari berbagai belahan bumi. Ada orang Black America, Asian American, Hispanic American, Native American, dan masih ada beberapa lagi yang aku kurang tahu.

Namun demikian, orang white tetaplah yang paling banyak. Mereka masih mendominasi jumlah populasi. Tapi jangan salah, mayoritas white bukan berarti itu merata di semua daerah.

Di daerah selatan, orang black American mendominasi. Ini karena sejarahnya dulu orang black adalah slave alias budak dan kebanyakan perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan mereka ada di sana.

Di bagian timur, macam-macam orang besatu padu. Sejarahnya, amerika adalah negara yang menerima imigran, dan hingga sekarang pun masih demikian. Mereka dulu masuk lewat Ellis Island di mana kantor imigrasi US berpusat di sana dulunya. Anyway, Ellis Island adalah sebuah pulau buatan yang dibangun di daerah New York City, tepatnya di dekat pulaunya Patung Liberty.

Thursday, February 23, 2012

Soal Absensi Kuliah

Let's Go Bison! 
FARGO-JAZZMUHAMMAD - Yang cukup menghantui mahasiswa di Indo adalah absensi. Kebanyakan mahasiswa di Indo masuk karena tak mau failed. Satu hal yang menentukannya, lagi-lagi: absensi.

Kalau di Paramadina, absensi disediakan melalui selembar kertas yang berisi nama-nama mahasiswa yang mendaftar pada kelas itu. Di awal, atau seringkali di akhir kelas, mereka menandatanganinya sebagai bukti kehadiran.

Umumnya, syarat agar tidak failed di Indo adalah kehadiran yang harus mencapai 75%-80%. Di Paramadina, biasanya kalau sudah tak masuk lebih dari 4 kali, maka you get kicked out!

Di US, sistem pendidikan tingginya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Baiklah, beberapa telah aku tuliskan sebelumnya, tapi kali ini khusus untuk absensi.

Di US, mahasiswa tak diharuskan mengisi lembar absensi. Mau masuk silakan, mau tak masuk silakan juga. Tapi yang, bagiku, aneh adalah masih banyak saja yang masuk kuliah. Apalagi hampir tak ada yang datang terlambat.

Saturday, February 18, 2012

What Am I Doing Here? (Part 2)

crazy Bison fan!
(inforum.com)
How they live their lives
Then the second purpose I am studying in the US is I want to know how people live their lives. No matter what, the US is not Indonesia, China, or India. Not even Europe. The US is the US. Since it has been a few months since I’ve been studying in this country, I’ve seen a lot of differences. It’s a lot different from what we have in Indonesia.

In general, people are so nice here. Their way of lives could be defined as individualism or specific culture. It doesn’t mean that they do not care about others. They like helping others, though.

What I’ve seen here, individualism means that their appreciation to individual work is really high. Generally they don’t want to intervene others’ lives or choices no matter what. As long as it is not bothering them, it’s fine. Here, I very seldom hear about people say something bad to somebody else’s ways to do something.

“Just do what you want. Don’t bother me, or you can otherwise get in trouble.”

Sunday, February 12, 2012

What Am I Doing Here? (Part 1)

Manhattan Broadway! 
If somebody asks me, what are your goals studying here in the US? I just have a couple answers for this past Fall and Spring semester. First, I really want to learn the language more, which is English. Second, I want to know how people live outside my country.

It’s about English
The first reason might be seen as a simple thing. If you guys think so, it is just fine. But, I think it’s a lot more than that.

Well, people know what others want through a language. See what people are doing when they work at, say, fast food restaurants. They carry out what the customers say to order. There is such a mutual understanding between both so they would feel satisfied each other.

Further than that, see what our teachers are doing in our class. See, they are talking and talking. It is the way people send their knowledge to others. They educate us through their languages and that’s why students can become more and more knowledgeable.

When our teachers are talking about something, you think it is usually fun, right? Not! It is boring very often. Well, but suck it up bud! All right, this part is joke. Don’t really mind about it.

Thursday, February 9, 2012

Antara Nama, Jurusan, dan Angkatan

My Professor and I
(Dakota Tribal History Class)
FARGO-JAZZ MUHAMMAD - Kalau kuliah di Indo, ketika ada orientasi, para orientator atau senior yang mengorientasi pasti akan berkenalan satu per satu. Nah, ketika mereka mengenalkan dirinya, tiga hal yang mereka katakan adalah nama, jurusan, dan angkatan.

Hal ini semacam norma yang tak terlulis yang harus dipatuhi. Nama akan menunjukkan bagaimana ia ingin dipanggil, disapa, dan dikenali. Kebanyakan memakai nama asli, tapi tak sedikit juga yang menggunakan nama samaran yang sangat berbeda dengan nama aslinya. Katanya biar keren.

Hal kedua adalah jurusan. Itu yang akan menunjukkan apa yang ia pelajari di kampus. Di beberapa kampus, jurusan menunjukkan kasta. Orang kelas macam apa dia itu.

Khususnya di kampus-kampus negeri, kasta ini nampak terlihat. Kalau ada yang bilang, “Kedokteran”, para junior langsung diam, sedikit berbisik, “Anak ini pintar.” Kalau ada yang bilang, “Teknik Elektro”, maka mereka berbisik, “Oh, ia jenius!” Demikian juga untuk jurusan-jurusan yang dianggap keren: Hukum atau Kedokteran Gigi.

Tapi kalau ada yang bilang “Penyakit Tanaman” atau “Agrikultur”, yang mendengar berbisik-bisik, “Ngapain kuliah itu?”

Aku tak bermaksud membanding-bandingkan. Tetapi itulah kenyataan yang terjadi di Indonesia. Satu jurusan didewakan, satu lainnya dianggap barang rongsokan. Satu diburu banyak orang, yang lain kekurangan mahasiswa. Sah-sah saja sih. Aku hanya merasa aneh saja.

Sunday, January 29, 2012

I Went Broke Afterward

New York at night
The rest of my holiday I spent visiting the Big Apple, New York. I was going to be there for 10 days. To be honest, at that time I was kind of totally blind about what to do. But that would never prevent me from going to a new place.

I met my friend Tyas over there. We rented an apartment with some other friends so the cost could be split up. We stayed in Brooklyn.

When I was in Indonesia, I watched some movies, which showed me many things about New York. I saw the Statue of Liberty, Manhattan, the Empire State Building, and the Wall Street Bull, all through my TV! But then, finally, Oh God, I was there! I bought the city pass to make the costs cheaper. If I didn’t buy that, I would have spent twice as much as I did.

To get around the city, I used the subway. That was also my first experience riding an underground train. I’m actually already familiar with the train, but for the way it runs, I mean the underground track, that was surprising for me. I wondered how they came up with that idea. It’s supposed to be really expensive to build it, but then, the advantages exceed all the costs.

Thursday, January 26, 2012

I was Rocketing!

I conquered the frozen lake!
In the past Winter break, I got about two weeks off. My friend told me that she wanted to do something for the break even though the Fall Semester did not conclude. I was kind of curious about what she was going to plan for it. Then she ended up with an idea: Go to New York!

I didn’t know if I wanted to go for it or not. It’s far away from Fargo, and it would cost me too much. Then I thought that this could be the only one chance I got in my life to see the popular city. Whether I would like it or not, I should see it. I finally bought the ticket then arranged where I would stay. On December 27th, in the second week, I decided I would be flying there.

But why did I decide to fly in a week after the holiday got started? Christmas! That’s the only reason for it. I wanted to know how people here in Fargo celebrate their Christmas.

I did not want to miss this chance since I’m here in the US. Well, I don’t want to talk more about religious stuff here, but I see that every religious celebration among different people has a cultural side that welcomes diverse people to join in the fun the celebrations.

Finally, I went to Dennis’ house in Hawley, Minnesota. His family is the family I joined during Thanksgiving Day. They invited me to their Christmas party. I was so excited. I went there with Susilo’s family, an Indonesian family in Fargo I’ve been getting along with. They gave me a ride.